Adu domba, istilah ini bukan istilah asing lagi bagi bangsa Indonesia, jauh sebelum negara merdeka mereka sudah sering mendengar istilah ini, sebab yang memproklamirkan istilah ini adalah kolonial belanda waktu menjajah negara Indonesia.Diseputar Graha Bukit Raya [ke atas sedikit] hampir 2 mingu sekali [minggu ke-2 dan minggu ke-4] biasanya diadakan adu ketangkasan domba. Tentunya isitilah adu domba bukan seperti adu ayam yang tak akan berhenti bila belum ada ayam yang kalah atau taruhan. Dalam adu domba bukan diadukan sampai ada yang kalah tetapi mereka cenderung memperlihatkan domba diadu hanya sebatas kemampuan mereka dan tidak sampai kelelahan atau kesakitan. Ada yang dihitung sampai 10x geduk [berbentur] atau juga tak dihitung tetapi dilihat oleh wasit dan yang punya domba bila masih kuat akan diadukan dan kalau sudah tak memungkinkan diberhentikan. Yang lucu dari adu domba ini yaitu setiap domba punya nama seperti "leunyay", "peucang", "loreng".
Beu..beu... domba punya nama tetapi bila dipanggil si domba diam saja justru yang punya domba yang beraksi, atau jangan-jangan domba tuli ya...?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar